Postingan

Menampilkan postingan dengan label pecinta alam

Edelweiss: Tanda Cinta Abadi Kepada Sang Bumi

Gambar
Edelweiss Dieng Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica , adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Persiapan Mendaki Gunung

Gambar
Mendaki Gunung Mendaki gunung merupakan salah satu hobby yang meskipun tergolong Hobby Beresiko atau ekstrim, namun tidak menyurutkan Para penggiat alam bebas untuk meninggalkan Olahraga ekstrem ini. Untuk lebih mempermantap lagi persiapan persiapan sebelum anda mendaki gunung, maka Pustaka Sekolah akan share sedikit mengenai Tips seputar mendaki gunung dan pelegkapan apa saja yang diperlukan untuk mendaki. Meskipun buat para pendaki yang sudah terbiasa mendaki gunung tidak ada salahnya untuk mengikuti tips-tips berikut. Inti dari kegiatan pendakian gunung untuk menikmati dan mensyukuri keindahan alam tanpa merusak dan menyakiti gunung itu sendiri dan diri sendiri sebagai pendaki. Saya biasa menyebutkannya sebagai menikmati tanpa menyakiti. Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari.Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.

Mayeng-mayeng: Ranu Kumbolo

Gambar
travel.detik.com UDARA subuh yang menusuk tulang, tak membuat sebagian pendaki enggan menyingkap dan keluar dari tendanya yang berada di sisi barat danau. Dengan sabar dan penuh harap, mata-mata mereka yang baru terbangun melihat ke ufuk timur menanti munculnya sang surya dari balik perbukitan. Sayang, matahari yang ditunggu agak sedikit malu. Ia bersembunyi di balik awan. Namun, pengunjung yang sebagian besar anak muda bergeming, seolah tak ingin beranjak mengerjakan aktivitas lain. Sebagian dari mereka masih setia menunggu sembari mengabadikan setiap detik naiknya mentari memakai kamera sampai suasana sekitar berubah terang.