Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah

Sikap

Gambar
Mungkin ini tidak menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Namun bagiku ini menjadi modal utama dalam menentukan masa depan. Mengapa demikian? Karena sikap kita akan menjadi pedoman orang lain untuk menentukan kita pantas atau tidak. Seringkali orang tidak menyadari sikap atau perilaku yang ditunjukkannya, baik itu secara privat dan personal ataupun ketika berada di ruang public. Mungkin orang lain memandang rendah kita karena sikap kita tidak bersesuaian dengan idealisme mereka, namun setidaknya kita menunjukkan apa yang menjadi kepribadian kita tanpa merendahkan harkat dan martabat orang lain. Kita bersikap dan berperilaku yang sama-sama menghormati ketika kita berinteraksi dengan orang lain, baik itu personal maupun dalam interaksi yang lebih luas sebagai masyarakat. Dan sikap serta perilaku kita yang pasti akan menentukan nasib dan jalan hidup yang kita jalani. Tidak bisa tidak, ini adalah suatu hal yang mutlak. Ketika orang lain menentukan dan memulai su...

Subyektivitas: Kita Diturunkan Untuk Belajar dan Tumbuh

Gambar
Illustrasi Masih saja lagu itu memukauku dengan liriknya yang inspiratif. Yang memuat nilai-nilai positif dalam kehidupan. Bukan semata karena sayatan gitar yang melengking layaknya raungan binatang yang terluka. Bukan jeritan vokalis yang menyayat jiwa. Melainkan makna yang ada dan pastinya akan terus ada. Ya ... Masih saja aku memutar lagu dari Helloween [ Helloween Official on Facebook ] yang berjudul 'Salvation' hingga orang-orang menutup telinga karena bosan mendengarnya. Tak apa lah, biar mereka bosan karena mereka belum tahu apa yang sebenarnya tersurat dalam lagu speedmetal itu. Selain karena lagu itu pasti lah ada hal lain yang menjadi penyebab tulisan ini muncul di laman facebook. Mungkin subyektivitas pandangan menjadi hal yang sangat utama. Ya subyektivitas adalah hal yang berkuasa dalam kehidupan manusia. Semua manusia yang hidup di dunia ini pasti mengalami permasalahan dengan yang berjuluk 'subyektivitas'. Memandang hal lain hanya...

Mengejar Kebahagiaan

Gambar
Alam  Bahagia, sebenarnya apakah yang dimaksud dengan bahagia atau kebahagiaan itu? Banyak orang menganggapnya dengan sebuah kesenangan atau kenikmatan yang dicapai atas sebuah proses yang 'sulit'. Lalu hingga tingkatan seberapa orang bisa merasakan kebahagiaan? Untuk meraihnya banyak orang mengatakan kebahagiaan harus diraih dengan usaha yang keras hingga mencapai proses kristalisasi darah, keringat dan air mata (seperti yang rekan Thukul sering katakan). Bahkan untuk meraihnya, seringkali usaha-usaha itu bertentangan dengan hakikat kehidupan manusia itu sendiri. Mensahkan cara-cara kotor untuk meraihnya. Kebahagiaan dalam hidup adalah keinginan wajar yang ada pada setiap diri manusia. Namun bisa menjadi tidak wajar jika keinginan itu berada dalam luar jangkauan kemampuan. Memang tiada yang tak mungkin, semuanya mungkin terjadi di dunia ini. Rakyat menjadi pejabat. Orang kaya menjadi melarat adalah hal lumrah atas kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. ...

Kehidupan

Gambar
illustrasi Angka-angka digital itu baru saja menunjukkan bahwa sudah larut malam, 01:16 H tepatnya. Pak Dani, pemilik toko buku seberang jalan baru saja menutup tokonya. Dua bulan ini memang beliau menyita perhatian. Entah mengapa, bukan karena beliau seorang pengusaha. Bukan beliau seorang yang mungkin punya banyak uang. Memang dulu pikirku toko bukunya ramai, seperti 'Merbabu' atau 'Gunung Agung'. Toko bukunya ternyata sepi, sama seperti toko-toko buku yang ada di kota kecil ini. Namun apa yang beliau jalani selama hampir 3 tahun ini patut menjadi panduanku dalam menjalani kehidupan. Kegigihan beliau dalam menjalani hidup tampaknya tak bisa diremehkan, betapa dalam keadaan usahanya yang stagnan bahkan cenderung menurun, beliau masih saja bersemangat. Menjalankan kehidupan sesuai dengan rel dan kodratnya. Bahkan malam ini, ketika hujan deras masih mengguyur bumi. Beliau tetap saja membuka tokonya. Jam 20:05 H beliau membuka tokonya. Semangatnya mem...

Gundul Galau

Gambar
Hari ini Gundul benar-benar gelisah. Mondar-mandir mrono-mrene seperti setrika listrik. Tapi masih mendingan, dia mondar-mandir gak sambil ngromyo kali ini dia diam saja, mungkin karena otaknya sedang beku atau memang lidahnya kecanthang kopi panas yang disuguhkan simbokku tadi pagi. Entah karena apa namun menurut informasi dari Marju, si intel wurung itu, Gundul galau bukan karena dia ditinggal lagi sama pacarnya yang bidan itu. Namun karena dia ditinggalkan oleh para pahlawan yang selalu membela dia menghadapi galaknya bapak Mbak Bidan itu. "Eits Bleh! Tapi bapaknya nggak matre, ibunya gak matre juga" tukas Gundul. "Lhoh, lha njur opo Ndul?" tanyaku. " Ngene Bleh masalahe , hubunganku dengan Mbak Bidan itu sungguh sebuah proses kimia rumit yang melebihi proses pengayaan uranium oleh Iran" jawab Gundul. "*(&^&^&^&^*&*&^^%$#^%$#^% ... ndhasku mumet saiki Ndul krungu omonganmu , mbok sing simple wae ngono...

Carpe Diem Quam Minimum Credula Postero

Gambar
"Akhir-akhir ini aku selalu dahaga akan pengetahuan dan falsafah kehidupan. Banyak hal di dunia ini yang ternyata masih tidak kumengerti, oleh karena itu aku harus rajin bertanya dan belajar. Bertanya kepada siapa saja dan belajar dari mana saja," gumam Puteri pada dirinya sendiri di suatu senja yang jingga. "Selama ini aku cuma memikirkan hal-hal remeh temeh tak pernah sedikitpun terbersit olehku untuk memikirkan tentang pengetahuan dan falsafah kehidupan yang akan memperkaya batin dan diriku. Setelah bertemu dengan Bintang Jatuh dan Prabu Yudistira yang bijak bestari, aku ingin tahu lebih banyak hal lagi. Rasanya aku semakin haus, semakin banyak hal yang mengganggu pikiranku yang ingin kuketahui," kata Puteri sambil menuliskan sesuatu di buku hariannya.