Postingan

Menampilkan postingan dengan label agama

Gunung Ungaran: Kompleks Kadewaguruan Peninggalan Era Kalingga.

Ini bukanlah saga atau kisah silat kolosal, ini hanyalah sebuah tulisan tentang analisa terhadap sebuah sejarah. Sebuah kisah yang pernah terjadi pada masa lalu, yang jelas berkaitan dengan peradaban sebuah bangsa hingga menjadi bangsa yang besar kini. Jawa, mungkin dilihat dari sudut pandang kesukuan, terlihat bahwa Jawa mendominasi semuanya. Bahkan beberapa orang berpendapat bawah Jawa adalah 'beyond good and evil'. Namun ini juga bukan tentang Jawa secara makro, ini tentang perjalanan religi yang saat itu dijalani untuk menuju pensucian jiwa-jiwa yang dipersiapkan menjadi rsi atau 'pedande' yang akan menyebarkan agama yang dipeluk oleh orang-orang dimasa itu. Ini tentang perjalanan singkat, tentang rekonstruksi kejadian, dan tentang kearifan yang pernah terjadi. Hindu, sebuah keyakinan yang masih dipeluk oleh jutaan orang hingga masa kini. Agama yang berbaur dengan adat istiadat setempat. Dan Hindu di Indonesia sudah ada dan dipeluk sebagai keyakinan sejak ...

MANUNGGALING KAWULA GUSTI: AJARAN MENAPA GEGAYUHAN?

Gambar
Semar Asring kita mireng tembung ingkang tinulis wonten inggil menika. Ananging asring ugi kita mboten (menapa kirang) mangertosi surasanipun. Kathah tiyang ingkang langsung paring "paukuman (eng: judge )" dhumateng sesebatan menika. Ugi mboten sakedhik ingkang gadhah panganggep menawi MKG menika salah setunggalipun tindhakan musyrik utawi dosa ageng. Sejatosipun punapa ta ingkang dipun wastani kaliyan Manunggaling Kawula Gusti? Manunggaling Kawula Gusti (dipun cekak MKG) menika salah satunggaling kawontenan ingkang saged dipun upadi dening para sedherek ingkang saweg nglampahi salah satunggaling ritual/ibadah tertamtu. MKG ngandhut suraos manunggaling kawula klawan GUSTI, bertemu-berkumpulnya makhluk dengan TUHAN. Nanging kathah ingkang salah kaprah, ngudar artinipun MKG minangka jumbuhipun manungsa klawan GUSTI, bercampur-bersatunya dzat makhluk dengan KHALIK. Pemahaman ingkang kados menika sanget lintunipun. Gamblangipun mekaten, wonten gelas (makhluk...

BERBANGSA DAN BERSUKU UNTUK SALING MENGENAL

Gambar
Courtesy of: wastefactory Keberadaan manusia di dunia ini tidak lepas dari adanya SANG MAHA PENCIPTA . Karena manusia ada bukan serta-merta ada, seperti halnya sebuah gelas, gelas tidak akan ada jika tidak ada seseorang yang menciptakannya. Demikian juga dengan manusia. Si pencipta gelas bisa dibuktikan secara kasat mata, namun tidak dengan keberadaan TUHAN. TUHAN tidak bisa dibuktikan secara visual, melainkan dengan kepercayaanlah TUHAN akan ada dan hadir di antara kita. TUHAN adalah maha-zat, adalah satu-satunya hal yang menjadikan semesta raya ini, CAUSA PRIMA! Dan hakikat TUHAN adalah sejati! Tidak pernah dilahirkan dan tidak pernah mati! TUHAN adalah zat yang MAHA SUCI, MAHA dari semua MAHA, dan TUHAN (dengan berbagai cara penyebutannya) bukan milik satu kelompok saja, satu agama tertentu saja. TUHAN ada sebelum dunia ini ada. Sebelum peradaban modern ada. Sebelum manusia-manusia yang mengaku beragama itu ada. TUHAN ada sebagai Zat Tunggal yang meliputi seluruh s...

MENYANG ENDI JATINING MANUNGSA SAKWISE NILAR DONYA?

Gambar
Gambar dari: http://en.wikipedia.org/ Apa kang diarani suwarga lan nraka kuwi? Manungsa durung nate mangerteni sejatining suwarga klawan nraka, wewayangan suwarga klawan nraka kuwi mung kanggo gambaran yen manungsa kudu eling marang tumindak kang dilakoni, kudu eling marang kabecikan, kudu eling marang GUSTI kang wus nyipta manungsa. Kita mangerteni, ing sakjroning 'pengajian-pengajian', ing diskusi bab agama, ing pasinaon bab agama ing sekolah, wus dikandhakake menawa ganjaran kabecikan kang dilakoni manungsa kuwi suwarga, suwalike, nraka yen manungsa tansah gawe rubeda, gawe rusuh, tumindak ala marang liyan. Nanging, wujud sejatining suwarga lan nraka kuwi durung ana manungsa kang mangerteni. Ing kene, perlu dimangerteni, kang diarani manungsa kuwi ya manungsa kaya dene aku lan panjenengan sami, dudu Nabi, dudu Rasul. Kita namung mangerteni wewayangan suwarga lan nraka seka pasinaon, yen menawa ana pawongan kang ngaku ngerti wujud sejatining suwarga lan nraka, kuwi mung ...

Gagasan Marx dan Kesadaran Beragama

Gambar
Gambar dari http://lareviewofbooks.org/ Kritikan Marx atas agama memang seharusnya menyadarkan kita pada kehidupan nyata. Bahwa manusia  memang benar-benar harus menempatkan agama seperti sebagaimana mestinya. Bukan menjadi barang yang menjadikan manusia semakin kecanduan. Agama harus disikapi sebagai kebutuhan pokok, yang selalu menjaga kehidupan agar tetap mulia. Bukan sebagai candu, yang pasti akan merusak kemuliaan hidup itu sendiri. Jadi bisa dibenarkan apa yang dikatakan Karl Marx bahwa "agama" adalah candu bagi masyarakat. Seolah semua yang didasarkan pada "agama" sudah menjadi "keharusan". Lihatlah, kekerasan yang dilakukan oleh mereka-mereka pembela "agama". Bahkan tindakan-tindakan yang kurang bermoralpun juga dilakukan oleh mereka-mereka yang sedang kecanduan "agama" dalam hidupnya. Tengoklah kemarin, di Jawa Barat ada bocah gila yang memakai jubah dan sorban yang menginjak leher operator soundsystem. Lalu insiden Sukorej...

Lima Agama Purba

Gambar
inspiringforpeace.org Dunia purba merupakan rumah bagi berbagai agama dan sistem kepercayaan. Namun, sebagian besar di antaranya telah memudar, kuil-kuil dan patung-patung mereka telah lenyap atau tertelan gurun pasir. Dewa-dewa mereka juga hampir tidak lagi diingat. Agama-agama purba ini sudah ada sebelum agama besar yang dikenal orang pada saat ini, seperti Kristen, Hindu, Islam, Buddha, dan lainnya. Kebanyakan dari agama ini telah benar-benar hilang. Namun, beberapa di antaranya ada yang dihidupkan kembali oleh para praktisi-praktisi baru. Beberapa agama ini bahkan ada yang muncul ribuan tahun sebelum masehi. Seperti halnya agama besar pada zaman sekarang, agama purba ini juga memiliki dewa-dewa sendiri. Namun, ada di antara agama ini dikatakan menjadi induk dari agama berikutnya. Seperti dilansir situs Listverse.com, berikut lima agama purba yang telah terlupakan lantaran hilang termakan waktu.

Menjadi Radikal Karena Pemahaman, Menjadi Toleran Karena Pengalaman

Gambar
Bagaimana seorang pemuda baik-baik dan pendiam tiba-tiba menjadi radikal bahkan melakukan tindakan terorisme? Dan bagaimana seorang teroris yang telah melakukan aksi teror besar tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi pejuang perdamaian?  Pertanyaan itu selalu menjadi teka-teki bagi saya (dan sepertinya juga bagi kita semua) Mawan Kurniawan seorang lulusan terbaik jurusan informatika sebuah universitas di Bandung, meretas ( hacking ) sebuah situs investasi dan berhasil mencuri miliaran rupiah untuk mendukung kelompok teror di Poso. Hilman Jayahadikusuma , seorang anak muda "urakan" dari Bandung yang dipenjara karena kasus narkoba, setelah keluar dari penjara menjadi radikal. Hilman terlibat perencanaan bom Bali 3 yang keburu terendus aparat. Taufik dan Iwan Cina terlibat perampokan CIMB Niaga tahun 2010 untuk mendukung berbagai aksi "jihad". Padahal mereka dulunya adalah preman-preman yang sama sekali jauh dari dunia "jihad".

Benarkah Tawassul Itu Syirik?

Gambar
gambar dari  google.com Di antara yang sering dtuduhkan kepada umat adalah syirik bertawasul, ini yang sering di lontarkan wahabi/salafi, benarkah tuduhan itu? Untuk menjawabnya, maka kami mengulasnya di bawah ini, sebagai bantahan atas tuduhan tak berdasar dari mereka. Pengertian Tawassul Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT.

Sejarah Aliran Wahabi

Gambar
Ilustrasi dari  http://www.dw.de/ Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain.

Ud'uni Astajib Lakum | Memintalah KepadaKU, niscaya AKU Kabulkan

Ada sebuah kiriman di laman blog dan tentang do'a berbuka puasa yang jamak kita ucapkan itu tidak shahih, karena haditsnya dho'if. Lalu, jika do'a puasa yang jamak kita lafalkan itu tidak shahih karena sebab di atas. Mengapa hal ini muncul baru sekarang? Bukan dulu-dulu waktu pertama Islam melakukan penetrasi di Indonesia? Padahal hadits itu muncul sudah dari dulu, bukan muncul sekarang ketika internet sudah merajalela. Jika memang do'a yang diajarkan itu tidak shahih, maka mengapa kiai-kiai dulu mengajarkan do'a tersebut? Lalu apakah kita hanya akan berdebat karena hadits-hadits versi mereka? Atau memang benarkah kita sudah lurus hati dalam berdoa, Ataukah kita selama ini hanya terpaku pada lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat semata, tanpa mau perduli dengan hakikinya? Karena hakikat doa adalah meminta, meminta kepada ALLAH sebagai muara segala permintaan dan permohonan kita. Dan ALLAH tidak pernah mempermasalahkan dengan bahasa apa permintaan itu diucapkan.