Postingan

Menampilkan postingan dengan label gus dur

Semua Presiden Indonesia KKN

Gambar
Humor Gus Dur tentang Presiden Megawati KKN menghebohkan nusantara. Sejak harian Jawa Pos melalui jaringan Jawa Pos Network-nya memuat pernyataan Gus Dur di Jawa Timur bahwa semua presiden RI KKN, mulai dari presiden pertama hingga presiden terakhir, Megawati. Bermula dari khutbah pernikahan putra Hj. Diana Susilowati yang akrab dipanggil Ning Sus, di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Pajarakan, Probolingo, Jawa Timur, Ahad (25/8/2002). Kendati Gus Dur berpidato di atas kwade (pentas pengantin Jawa), namun belum satu menit berpidato, dia langsung membuat guyonan politik. Katanya, baik presiden yang pertama maupun yang terakhir ini semuanya KKN. “Kok bisa,?” tanya Gus Dur. “Ya, karena presiden Soekarno itu saya katakan Kanan Kiri Nona . Presiden Soeharto juga KKN, tapi yang ini Kanan Kiri Nabrak . Yang ketiga, Habibie malah lebih parah lagi, Kecil-Kecil Nekat . Yang keempat Anda sudah tahu semua, yakni Kanan Kiri Nuntun . Dan yang terakhir, yang satu ini (sambil terteg...

Gus Dur dan Sepak Bola

Gambar
Gus Dur Setelah DPR menjatuhkan Memorandum I kepada presiden, guyonan yang menjadi “merek dagang” khas Gus Dur, tak pernah muncul lagi. Setelah DPR meneruskan dengan Memorandum II dan kemudian meminta agar Gus Dur dimintai pertanggungjawaban di sidang Istimewa MPR, humor-humor segar Gus Dur betul-betul lenyap dari langit politik Indonesia. Yang muncul di televisi maupun surat kabar malah perlawanan-perlawanan keras Gus Dur terhadap DPR, yang jauh dari kesan lucu. Salah satu humor terakhir Gus Dur barangkali adalah komentarnya sebelum terkena memorandum itu. Ketika Pansus Bulog dan Bruneigate sedang getol-getolnya memeriksa beberapa saksi untuk mencari bukti keterlibatan presiden, Gus Dur sendiri tenang-tenang saja. Kok bisa? Ternyata karena dia—menurut pengakuannya—telah menerapkan strategi catenaccio (grendel) seperti yang digunakan oleh tim sepak bola Italia dalam final Piala Dunia 1982 di Spanyol.

KH. Abdurrahman Wahid: ‘Islam Kaset’ dengan Kebisingannya

Gambar
gambar dari kompas.com SUARA bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul , iringan musiknya dianggap tidak bonafide kalau tidak ramai. Kalaupun ada unsur keagamaan dalam kaset, biasanya justru dalam bentuk yang lembut. Sekian buah baladanya Trio Bimbo, atau lagu-lagu rohani dari kalangan gereja. Sudah tentu tidak ada yang mau membeli kalau ada kaset berisikan musik agama yang berdentang-dentang, dengan teriakan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya. Tetapi ternyata ada “persembahan” berirama, yang menampilkan suara lantang. Bukan musik keagamaan, tetapi justru bagian integral dari upacara keagamaan: berjenis-jenis seruan untuk beribadat, dilontarkan dari menara-menara masjid dan atap surau.