Postingan

Menampilkan postingan dengan label manusia

Jadi Orang Desa Itu Pahit Kawan!

Gambar
Gambar dari: http://tommysebastian.deviantart.com/art/Orang-Desa-260310511 Desa adalah kata yang sudah tak asing di telinga. Hampir semua orang di Indonesia mengerti arti kata ini meski berasal dari kota. Sayangnya, bayangan tentang desa nyaris selalu tidak mengenakkan: kemiskinan, kekolotan, kekumuhan, dll. Desa selalu dilekatkan dengan situasi orang-orang terbelakang yang tidak mengenal dunia modern dengan baik. Tempat tinggal sekumpulan orang yang mudah dipengaruhi, diarahakan, dan ketinggalan jika dibandingkan dengan orang-orang kota. Entah bermula dari mana dan siapa cara pandang tentang desa ini terbentuk. Tapi cara pandang tentang desa yang salah ini telah berlangsung cukup lama dan dilestarikan dengan berbagai cara oleh berbagai pihak. Sebut saja sekolah atau perguruan tinggi. Aras pendidikan di Indonesia, diakui atau tidak, lebih berorientasi pada situasi perkotaan. Soal pekerjaan misalnya. Para peserta didik di sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak di...

Huma di Atas Bukit - God Bless (1975)

Gambar
Huma Di Atas Bukit dimulai dengan kombinasi permainan piano Jockie dan petikan gitar apik oleh Ian Antono, menyambut masuknya suara Achmad Albar yang dalam dan prima. Lagu yang indah ini pada dasarnya adalah sebuah kidung dengan struktur sederhana dengan permainan gitar yang baik oleh Ian Antono pada pertengahan lagu. Sayangnya pengaruh permainan Steve Hacket dari grup Genesis sangat kuat pada aransemen lagu ini, sehingga ada kesamaan melodi dengan lagu Firth of Fifth dari album Selling England By The Pound milik grup Genesis . Berikut ini adalah lirik dan video klip dari lagu Huma Di Atas Bukit. Seribu rambutmu yang hitam terurai Seribu cemara seolah mendera Seribu duka nestapa di wajah nan ayu Seribu luka yang nyeri di dalam dadaku Di sana kutemukan bukit yang terbuka Seribu cemara halus mendesah Sebatang sungai membelah huma yang cerah Berdua kita bersama tinggal di dalamnya Nampaknya tiada lagi yang diresahkan Dan juga tak digelisahkan Kecuali dihayati Seca...

Manusia dan Setan

Homo homini lupus- Manusia adalah serigala bagi manusia yang lain.. Ini adalah suatu realita dalam kehidupan. Dan seringkali manusia terjebak dalam permainan lingkaran setan antara malaikat dan iblis yang menjadi peran utamanya. Kita lebih sering bermain sebagai bidak dari golongan iblis, daripada sebagai pengikut malaikat yang hendak membawa manusia ke dalam kemuliaan. Kita terjebak dalam lingkaran ini dengan berbagai iming-iming kenikmatan fana yang merendahkan harkat dan martabat orang lain. Yang tidak memuliakan orang lain. Yang menjerumuskan orang lain. Kita seharusnya menjadi "messiah-juru selamat" bagi orang lain. Lingkaran setan macam inilah yang kita sering mainkan. Dengan tanpa sadar kita "memangsa" orang lain untuk kesenangan kita dan/atau orang yang dekat dengan kita. Kita mungkin sering berkilah, kita tidak memangsa orang lain, tidak membimbing orang lain melewati jalan yang gelap. Dan kita sering berkilah "Socius" atau berkomunikasi at...