Urip Iku Urup: Nyala Kehidupan
Courtesy of Yoerizqa Ayuningtyas Sebenarnya apa yang dicari ketika manusia masih mempunyai sisa umur dan kesempatan hidup? Banyak orang sepakat menjawabnya dengan ‘kebahagiaan’ . Dan kebahagiaan itu bisa ditafsirkan dalam berbagai makna. Mungkin banyak yang menganggap ‘kebahagiaan’ itu didapatkan dari materi, ada juga yang lain menjabarkan ‘kebahagiaan’ dengan sebuah kepuasan rohaniah yang tidak bisa dinilai dengan materi. Baiklah, monggo silahkan orang berpendapat sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Namun tak ayal awam mensahkan keduniawian sebagai syarat mutlak untuk meraih ‘kebahagiaan’ betapa tidak berbagai macam argument mereka utarakan (?). Memang, manusia dalam menghabiskan sisa hidup tak lepas dengan keduniawian/kebendaan atau materialism. Hidup butuh biaya, adalah argument yang menempati urutan pertama. Lalu mengapa kita seolah mengkesampingkan factor rohani dan spiritual? Tidak. Bukan dikesampingkan melainkan dua hal itu sudah berjalan sebagaimana mes...