Postingan

Menampilkan postingan dengan label alam

Wisata Alam Gonoharjo

Gambar

Keinginan

Gambar
"Aku ingin bersamamu. Dalam keheningan pagi di Semeru"

Mayeng-mayeng: Wisata Agro Perkebunan Teh Kaligua

Gambar
Pintu Gerbang Perkebunan Kaligua Perkebunan Teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi wisatawan yang berkunjung dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.

Kuliner: Brongkos Pecel Parakan

Gambar
Parakan after the rain Parakan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Kota kecamatan Parakan dilintasi jalur dari Wonosobo ke Yogyakarta/Semarang dan Yogyakarta ke Jalur Pantura/Jakarta. Berdasarkan catatan sejarah Nugroho Notosusanto, daerah Parakan ini adalah merupakan sima atau semacam tanah hibah pada masa Mataram Kuno. Beberapa peninggalan berupa prasasti dan candi bisa ditemui di sekitar wilayah Parakan, di antaranya Candi Gondosuli yang berada di Bulu, Temanggung.

Mayeng-mayeng: Menanti Mentari di Tanah Dewa

Gambar
Sunrise di Sikunir Gunung Sikunir adalah salah satu gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Di sini kita bisa melihat keindahan Gunung Sindoro, Slamet dan barisan gunung lainnya. Lokasi ini terletak 8 kilometer dari Dieng dan untuk menuju gunung ini adalah dengan mendaki start mulai jam 4 pagi. Bukit ini terletak di Desa Sembungan, desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 2400 mdpl. Tidak terlalu sulit untuk mencapainya, karena petunjuk jalan juga sudah cukup untuk mengarahkan ke desa ini. Untuk mendaki bukit Sikunir ini sangat diperlukan senter sebagai penerangan, jaket dan kondisi fisik yang kuat. Sangat disarankan untuk mendaki di kala subuh, agar kita bisa merasakan dan menikmati matahari terbit yang muncul dari Gunung Sindoro.

Dieng: Whacky Crazy Tour

Gambar
Telaga Warna Jika mengingat kejadian itu sungguh sangat membuat kami tertawa lepas sambil geleng-geleng kepala. Melakukan suatu perjalanan, walaupun dalam jarak yang pendek dan masih berada di wilayah sendiri namun jika itu tidak direncanakan dengan matang pastilah akan membawa sebuah resiko (walaupun itu menjadi kenangan yang sangat indah). Hari itu, 17 September 2009. Sebuah perjalanan iseng kami lakukan berenam. Bermula dari ide-ide segar untuk mencari tempat wisata yang murah dan meriah namun menyenangkan. Berangkat dari Boja pada pukul 07.00 kami berenam semula tidak merencanakan untuk menuju Dieng , kami hanya berencana menuju Curugsewu . Di tengah perjalanan muncul ide segar bahwa kami harus menuju  Dieng  (karena kami pikir kami masih mempunyai banyak waktu libur).

Edelweiss: Tanda Cinta Abadi Kepada Sang Bumi

Gambar
Edelweiss Dieng Edelweis (kadang ditulis eidelweis) atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica , adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Di balik keindahan dari bunga edelweis ternyata tersimpan sebuah mitos, dimana bagi yang memberikan bunga ini kepada pasangannya, maka cintanya akan abadi. Tidak sedikit para pencinta yang menjadikan bunga abadi ini menjadi salah satu hadiah spesial bagi pasangannya. Konon, hal itu dimaksudkan agar cintanya abadi.

Mayeng-mayeng: Kebun Teh Medini

Gambar
Pemetik Teh Menjamurnya perkebunan teh di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tidak lepas dari dampak penjajahan era kolonialisme Belanda. Di mana terjadi pembangunan di segala sektor termasuk bisnis teh. Indonesia dirasa mempunyai kondisi geologi yang baik untuk mengembangkan perkebunan teh. Pohon teh membutuhkan daerah yang cukup dingin. Umumnya perkebunan teh di Indonesia berada di kaki gunung. Salah satu kebun teh di Indonesia adalah Kebun Teh Medini. Kebun Teh Medini berada di Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kebun teh ini berada di sebelah utara Gunung Ungaran (2050 mdpl). Kebun teh yang memiliki luas sekitar 386,82 hektar ada sejak tahun 1901. Saat itu masih zaman penjajahan Belanda.

Mayeng-mayeng: Ranu Kumbolo

Gambar
travel.detik.com UDARA subuh yang menusuk tulang, tak membuat sebagian pendaki enggan menyingkap dan keluar dari tendanya yang berada di sisi barat danau. Dengan sabar dan penuh harap, mata-mata mereka yang baru terbangun melihat ke ufuk timur menanti munculnya sang surya dari balik perbukitan. Sayang, matahari yang ditunggu agak sedikit malu. Ia bersembunyi di balik awan. Namun, pengunjung yang sebagian besar anak muda bergeming, seolah tak ingin beranjak mengerjakan aktivitas lain. Sebagian dari mereka masih setia menunggu sembari mengabadikan setiap detik naiknya mentari memakai kamera sampai suasana sekitar berubah terang.

Mayeng-mayeng: Agro Wisata Perkebunan Teh Tambi

Gambar
Pabrik Teh Tambi Wisata Wonosobo Teh Tambi, merupakan salah satu wisata agro Wonosobo, Terletak 16 km arah utara kota Wonosobo atau kurang lebih 20 menit perjalanan. Agro Wisata Perkebunan Teh Tambi merupakan pilihan wisata yang menarik bagi pencinta alam pegunungan. Tempat wisata ini dilengkapi fasilitas dengan penginapan, jika anda butuh guide ada pemandu yang membawa anda untuk berkeliling perkebunan Teh Tambi tersebut, antara lain melihat proses pemetikan teh, melihat prosesing teh mulai dari daun hingga siap saji. Tempat-tempat wisata menarik lainnya yang berdekatan dengan PT Tambi antara lain Dataran Tinggi Dieng, Telaga Menjer, dan tempat perkemahan Jlumprit

Mayeng-mayeng: Perkebunan Pagilaran

Gambar
Pintu masuk Perkebunan Pagilaran Di samping harus tetap mempertahankan produk utamanya sebagai sentra penghasil teh terbesar di Jawa Tengah, PT Pagilaran membuka kebun yang terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Batang sebagai areal agrowisata. Agrowisata Kebun Teh Pagilaran (AKTP) masih menjadi andalan Jateng dalam menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. “Dalam setahun terakhir ini, jumlah kunjungan wisatawan hampir mencapai 50.000 orang,” kata Kepala Bagian Pariwisata Agrowisata Pagilaran Ir. Supriyono. Dalam sejarahnya, kebun ini didirikan pada tahun 1880 oleh sebuah maskapai milik Belanda. Pada 1922, perkebunan ini dibeli Pemerintah Inggris, dan digabung dengan PT Pemanukan and Tjiasem Land's hingga hak guna usaha-nya habis pada 1964. Pemerintah Indonesia kemudian mengambil-alih menyerahkan pengelolaan perkebunan tersebut kepada Fakultas Pertanian UGM, dengan tujuan peningkatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus dijadikan sebagai perusahaan denga...

Mayeng-Mayeng: Curug Panglebur Gongso

Gambar
Curug Panglebur Gongso atau juga disebut oleh warga sekitar sebagai Curug Gonso, berada di kaki bukit Gunung Ungaran.   Curug ini memiliki ketinggian sekitar 7 m saja dan di bawahnya terdapat kolam yang dapat digunakan untuk mandi atau berenang. Tak jauh dari curug ini, sekitar 1.5 KM ke tenggara terdapat Air Terjun 7 Bidadari berada. Curug Panglebur Gongso Legenda Mitos yang ada menyebutkan bahwa air terjun itu dulunya merupakan bekas pertapaan Aditya Kumbokarno, tokoh dalam pewayangan ramayana yang berujud raksasa tapi berhati ksatria, dalam usahanya melebur dosa yang gugur dalam pertempuran membela negaranya, Alengka.   Nama "Panglebur Gongso" sendiri diambil dari ksatrian Kumbokarno berasal.   Sebelum pergi raksasa ini meninggalkan jejak kaki yang sampai sekarang masih terlihat dibebatuan atas grojoggan.   Selain itu terdapat juga sebuah goa, yang terletak di kanan bawah curug, yang menurut mitos masyarakat setempat tembus sampai kemasjid demak. ...

Mayeng-mayeng: Gua Kiskenda

Gambar
Sungai di Kiskenda Goa Kiskenda adalah sebuah goa besar yang didalamnya berbentuk seperti istana. Goa Kiskenda merupakan tempat tinggal Maesasura dan Lembusura, dua makluk kakak beradik, berbadan manusia berkepala binatang yang memiliki kesaktian luar biasa. Rakyat Goa Kiskenda merupakan beraneka macam hewan ganas. Maesasura dan Lembusura memimpin kerajaan itu dengan sewenang-wenang. Kesaktian yang mereka miliki sangat luar biasa dahsyat.   Suatu saat mereka datang ke Kahyangan mengajukan keinginannya untuk memperistri Dewi Tara putri sang Bathara Indra. Sikap biadab itu menimbulkan kemarahan dewata. Para dewa serta merta menolak mentah-mentah lamaran tersebut. Dua saudara itu tidak bisa menerima penolakan itu. Mereka lalu mengamuk ke Kahyangan. Ribuan tentara biantang dikerahkan untuk menyerang kahyangan. Karena kesaktian keduanya sangat dahsyat, tak satupun para dewa yang dapat mengalahkan Maesasura dan Lembusura.

Potensi Pengembangan Wisata Alam, Wisata Budaya dan Prospek Pengelolaan Taman Hutan Rakyat di Wilayah Gunung Ungaran

Gambar
Kawah Margotopo Potensi pengembangan ekowisata dan pengelolaan hutan abadi rakyat adalah salah satu hal yang patut diperhatikan dalam memajukan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Potensi ini bisa didapati di seluruh wilayah yang memiliki areal yang memenuhi persyaratan ekowisata dan hutan rakyat, salah satunya adalah wilayah pegunungan. Kabupaten Kendal, adalah salah satu dari beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah yang memiliki potensi tersebut pada kategori A atau sangat baik, kabupaten ini memiliki wilayah yang beraneka ragam, yakni dataran rendah, dataran sedang [menengah] dan dataran tinggi atau pegunungan dengan potensi masing-masing. Gunung Ungaran adalah salah satu dari beberapa gunung yang ada di wilayah Jawa Tengah, yang salah satu sisinya berada di wilayah Kabupaten Kendal.