Postingan

Menampilkan postingan dengan label temanggung

Ada Berapa Dialek Dalam Bahasa Jawa?

Gambar
Macam-Macam Dialek Bahasa Jawa Penyebaran Dialek Bahasa Jawa Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa Rumpun Austronesia yang dituturkan oleh masyarakat Suku Jawa di Indonesia dan berbagai wilayah perantauan lainnya. Menurut jumlah penutur dan wilayah sebarnya, Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa terbesar di dunia dengan jumlah penutur asli sekitar 80 juta orang, dan merupakan bahasa lokal terbesar dan terbanyak penggunanya di Indonesia. Bahasa Jawa sangat beragam, dan keragaman ini masih terpelihara sampai sekarang, baik karena dituturkan maupun melalui dokumentasi tertulis. Dialek geografi, dialek temporal, serta register dalam Bahasa Jawa sangat kaya sehingga seringkali menyulitkan orang yang mempelajarinya. Berikut adalah paparan singkat mengenai berbagai dialek dalam Bahasa Jawa, mulai dari Banten di barat hingga Banyuwangi di timur. 1.  Dialek Banten Bahasa Banten (Dialek Banten) mulai dituturkan di zaman Kesultanan Banten pada abad ke 16. Di zaman itu, Baha...

Jathilan Logo

Gambar

Jathilan

Gambar
Jathilan Setiap daerah mempunyai kebiasaan mempertunjukan seni rakyat dalam menyambut tamu yang dihormati. Di Jawa Tengah terdapat beberapa bentuk kesenian yang sering ditampilkan untuk keperluan tersebut. Salah satu di antaranya adalah seni rakyat yang dikenal dengan kuda lumping, yaitu suatu tarian yang menggambarkan gerakan-gerakan kuda. Jathilan juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Dikenal juga sebagai Jaran Kepang, Jaran Dor atau Kuda Lumping di daerah lain, Jathilan adalah sebuah seni pertunjukan yang berkembang luas di berbagai penjuru Jawa. Dengan anyaman bambu yang dibuat menyerupai kuda, Jathilan dipertunjukkan umumnya pada siang dan sore hari oleh sekelompok seniman yang terdiri dari penari dan penggamel (pemain gamelan).

Antara "Gandhem" dan "Mooi"

Gambar
Keep Calm n Moci Ndisik Mungkin kita sering mendengar orang menyebutkan kata "gandhem" dalam pembicaraannya dengan orang lain. Dan juga kita sering membaca atau mendengar kata "mooi" . Kedua kata ini sama maknanya untuk memberikan penilaian artistik tentang sesuatu hal. Mungkin bukan saja sesuatu, melainkan semua hal yang memiliki nilai artistik yang membangkitkan minat seseorang. Kosakata "gandhem" adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Jawa, dan biasa diucapkan dalam dialek Temanggungan atau Magelangan. Kata ini merujuk kepada sesuatu yang indah, bagus, menarik, dan membangkitkan minat seseorang yang mengetahuinya. Demikian juga dengan kata "mooi" yang berasal dari bahasa Belanda. Mooi dan gandhem memiliki arti yang sama. Lukisan aliran "mooi indie" Biasanya kedua kata ini dipergunakan untuk memberikan apresiasi kepada sebuah nilai seni. Sebagaimana " mooi indie " yang menjadi sebuah aliran lukisan yang ...