Postingan

Menampilkan postingan dengan label terorisme

Menjadi Radikal Karena Pemahaman, Menjadi Toleran Karena Pengalaman

Gambar
Bagaimana seorang pemuda baik-baik dan pendiam tiba-tiba menjadi radikal bahkan melakukan tindakan terorisme? Dan bagaimana seorang teroris yang telah melakukan aksi teror besar tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi pejuang perdamaian?  Pertanyaan itu selalu menjadi teka-teki bagi saya (dan sepertinya juga bagi kita semua) Mawan Kurniawan seorang lulusan terbaik jurusan informatika sebuah universitas di Bandung, meretas ( hacking ) sebuah situs investasi dan berhasil mencuri miliaran rupiah untuk mendukung kelompok teror di Poso. Hilman Jayahadikusuma , seorang anak muda "urakan" dari Bandung yang dipenjara karena kasus narkoba, setelah keluar dari penjara menjadi radikal. Hilman terlibat perencanaan bom Bali 3 yang keburu terendus aparat. Taufik dan Iwan Cina terlibat perampokan CIMB Niaga tahun 2010 untuk mendukung berbagai aksi "jihad". Padahal mereka dulunya adalah preman-preman yang sama sekali jauh dari dunia "jihad".

Isu Konflik Sunni-Syiah dan Kepentingan Wahabi

Gambar
Wahabi Salafi Militia Gelombang isu konflik Sunni-Syiah dalam beberapa tahun belakangan ini semakin membuncah seiring meluasnya peran sosial media dalam masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dalam kacamata analisis media setidaknya ada sepuluh poin yang bisa diurai dari fenomena tersebut. Pertama , isu yang mengemuka dalam berbagai berita tentang Syiah yang dimuat sejumlah media Islam seperti Arrahmah, Islampos, Era Muslim, Voa-Islam, Hidayatullah, Fimadani dan situs sejenisnya hampir memiliki pola seragam, "Menempatkan Syiah sebagai Mazhab Sesat". Dengan asumsi stigmatis tersebut, maka Syiah bagi mereka harus dikeluarkan dari "Rumah Islam", karena dianggap menodai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu. Untuk mewujudkan tujuan itu, media-media Islam tersebut setiap hari menayangkan berita-berita mengenai Syiah dari sumber yang mereka akui benar, tanpa mencantumkan kebenaran dari sumber pihak Syiah sendiri yang mereka tuduh. Prinsip cover both side tida...