Menjadi Radikal Karena Pemahaman, Menjadi Toleran Karena Pengalaman
Bagaimana seorang pemuda baik-baik dan pendiam tiba-tiba menjadi radikal bahkan melakukan tindakan terorisme? Dan bagaimana seorang teroris yang telah melakukan aksi teror besar tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi pejuang perdamaian? Pertanyaan itu selalu menjadi teka-teki bagi saya (dan sepertinya juga bagi kita semua) Mawan Kurniawan seorang lulusan terbaik jurusan informatika sebuah universitas di Bandung, meretas ( hacking ) sebuah situs investasi dan berhasil mencuri miliaran rupiah untuk mendukung kelompok teror di Poso. Hilman Jayahadikusuma , seorang anak muda "urakan" dari Bandung yang dipenjara karena kasus narkoba, setelah keluar dari penjara menjadi radikal. Hilman terlibat perencanaan bom Bali 3 yang keburu terendus aparat. Taufik dan Iwan Cina terlibat perampokan CIMB Niaga tahun 2010 untuk mendukung berbagai aksi "jihad". Padahal mereka dulunya adalah preman-preman yang sama sekali jauh dari dunia "jihad".