Postingan

Menampilkan postingan dengan label politik

Suara Kita: Jangan Antar Mereka Ke Gerbang Kemakmuran!

Gambar
[Photo credit] Mungkin bagi sebagian orang bulan April tahun 2014 adalah tahun yang dianggap menentukan nasib mereka. Nasib untuk menjadi orang kaya atau tidak. Menjadi orang yang terkenal atau tercemar. Menjadi pejuang sosial atau penyandang masalah sosial. Bulan yang bagi beberapa orang juga menjadi bulan berdagang. Memperdagangkan 'suara' untuk memenangkan mereka-mereka yang ingin menjadi orang kaya. Ya! Pemilu. Telah menghilangkan akal sehat beberapa kelompok orang. Yang sudi menangguk keuntungan dari nasib jutaan warga negara. Dari ribuan mereka yang menyandang status 'warga negara kelas 2'. Dari mereka yang membutuhkan infrastruktur untuk menunjang kinerja dan pekerjaan mereka. Mungkin itu adalah bisnis bagi mereka. Bisnis musiman 5 tahun sekali. Yang mereka anggap kesempatan langka. Lalu mengapa dengan mereka? Adakah masalah dengan mereka? Penjual dan pembeli 'suara' itu? Jelas! Mereka menyandang permasalahan kejiwaan dan nurani. Hilang sudah ...

Gus Dur dan Sepak Bola

Gambar
Gus Dur Setelah DPR menjatuhkan Memorandum I kepada presiden, guyonan yang menjadi “merek dagang” khas Gus Dur, tak pernah muncul lagi. Setelah DPR meneruskan dengan Memorandum II dan kemudian meminta agar Gus Dur dimintai pertanggungjawaban di sidang Istimewa MPR, humor-humor segar Gus Dur betul-betul lenyap dari langit politik Indonesia. Yang muncul di televisi maupun surat kabar malah perlawanan-perlawanan keras Gus Dur terhadap DPR, yang jauh dari kesan lucu. Salah satu humor terakhir Gus Dur barangkali adalah komentarnya sebelum terkena memorandum itu. Ketika Pansus Bulog dan Bruneigate sedang getol-getolnya memeriksa beberapa saksi untuk mencari bukti keterlibatan presiden, Gus Dur sendiri tenang-tenang saja. Kok bisa? Ternyata karena dia—menurut pengakuannya—telah menerapkan strategi catenaccio (grendel) seperti yang digunakan oleh tim sepak bola Italia dalam final Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Opini: Data Pribadi Warga Negara Rawan Disalahgunakan

Gambar
Internet dan privasinya sudah melekat dengan erat di kehidupan sehari-hari kita dan bagi banyak orang, online di internet merupakan bagian dari keseharian mereka. Ketika anda berkirim email, posting di sosial media, membuat akun atau berbelanja online, secara otomatis anda berbagi dan menerima informasi. Dan jika anda tidak berhati-hati, akan membuat anda rentan terhadap pencurian identitas dan informasi. Sering kita selalu beranggapan email yang kita kirim, video chat yang kita lakukan, bahkan hingga data yang kita simpan di drive virtual (Google Drive/Microsoft drive/iCloud/Dropbox) semuanya aman dan gak akan ada yang tahu apa itu. Tapi bagaimana kalau kita balik, bahwa data-data dan semua koneksi yang kita lakukan di internet ternyata diawasi?

PKH, RTSM, dan Tindak Lanjut Pengentasan Kemiskinan di Indonesia

Gambar
Perkampungan Kumuh Kemiskinan merupakan kondisi saat seseorang atau sekelompok orang tak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat (Suharyanto, dalam Syawie, 2011). Konsep ini cukup luas cakupannya atau multi dimensional sehingga seringkali kurang terukur. Konsep kemiskinan yang diterapkan di banyak negara termasuk Indonesia adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan ditandai dengan rendahnya kualitas hidup penduduk, pendidikan, kesehatan,dan gizi. Beban kemiskinan sangat dirasakan oleh kelompok-kelompok tertentu seperti perempuan dan anak-anak yang berakibat pada terancamnya masa depan mereka. Keluarga miskin mempunyai daya beli yang rendah, juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak bagi anak. Sebagian besar dari anak keluarga sangat miskin sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah karena harus membantu mencari nafkah (Konig, 1995). Ketidakmampuan untuk membayar terutama untuk transportasi ke sekolah ...

PKH (Program Keluarga Harapan) Kementerian Sosial R.I.

Gambar
Program Keluarga Harapan APA ARTI PROGRAM KELUARGA HARAPAN? Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan. MENGAPA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DIPERLUKAN? Tujuan utama PKH adalah membantu mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat sangat miskin. Dalam jangka pendek, bantuan ini membantu mengurangi beban pengeluaran RTSM, sedangkan untuk jangka panjang, dengan mensyaratkan keluarga penerima untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasi balita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi, diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.